Ai Why Blog: Maret 2011

Minggu, 27 Maret 2011

0

[Subhanallah] Ada Lafadz Allah Di Tsunami Jepang

Menarik “Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Q.S. An Nuur 24:35).



Saat ini sedang ramai dibicarakan tentang penemuan Lafadz Allah pada peristiwa Tsunami di Jepang kemaren melalui Video Streaming yang disiarkan oleh Televisi NHK – Jepang. Berikut gambarnya yang diambil dari tayang Video Streaming tersebut.


dan ini adalah Foto diatas yang telah diperjelas atau di beri garis bantu oleh penemu Lafadz tersebut.

Garis tersebut membentuk huruf arab yang bila dibaca akan menjadi “Bismillah”, yang artinya “Dengan menyebut ashma Allah”


Inilah Video Streaming yang berhubungan dengan gambar diatas :





Perlu dijelaskan disini Lafadz Allah itu terbentuk dengan sendirinya dimana mobil-mobil yang akan di export melalui Kapal Laut itu hanyut terbawa Tsunami disebuah tanah lapang didekat Pelabuhan Tokyo dan Video Streaming ini diambil oleh Kru NHK-Jepang melalui Helikopter ketika memantau Kondisi Jepang terakhir paskah Gempa dan Tsunami. Tentunya Kru dari NHK tidak paham akan penemuan ini dan hanya Orang-orang Islam yang percaya saja atas pesan Ilahi ini.

Allahu ‘Alam Bishawab.

Sekali lagi Fenomena ini adalah hanya untuk orang yang mempercahyaiNYA dan tidak ada maksud dan tendensi apapun dalam menyikapi Musibah yang terjadi di Jepang tersebut. Kita tidak berhak untuk berprasangka dan hanya milik Allah sajalah Prasangka tentang Bencana Tsunami ini. sebaliknya bagi orang yang percaya jadikanlah ini sebagai hikmah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhana Huwata ‘Ala.

BENCANA ADALAH TAKDIR ILAHI
Sesungguhnya musibah dan bencana merupakan bagian dari takdir Allah Yang Maha Bijaksana. Allah ta’ala berfirman,


“Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allah. Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan petunjuk ke dalam hatinya.” (Qs. at-Taghabun: 11)

# Allah memiliki kehendak yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan diri-Nya.
# Kebaikan dan keburukan semuanya ditakdirkan oleh Allah ta’ala.

# Cobaan/musibah yang menimpa orang-orang yang beriman merupakan salah satu tanda kebaikan baginya selama hal itu tidak menyebabkannya meninggalkan kewajiban atau terjatuh dalam perkara yang diharamkan.

# Semestinya seseorang merasa khawatir atas kenikmatan dan kesehatan yang selama ini senantiasa dia rasakan. Sebab boleh jadi itu adalah istidraj/bentuk penundaan hukuman baginya, sementara dia tahu betapa banyak maksiat yang telah dilakukannya, wal ‘iyadzu billah.

# Wajibnya untuk berprasangka baik kepada Allah atas segala perkara dunia yang tidak mengenakkan yang menimpa diri kita


sumber :http://gecokk.blogspot.com/2011/03/heboh-ada-lafadz-allah-di-tsunami.html

Rabu, 23 Maret 2011

0

Emergency


Indahnya Alam ini...

 



Assalamu'alaikum
sahabatku bagaimana keadanmu hari ini? Semoga kesehatan jasmani dan spiritual selalu terjaga dan meningkat.

sahabat..sadarkah bahwa dunia saat ini bertubi-tubi disinggahi berbagai bencana, baik dari hilir Mentawai hingga hulu Wasior, dilengkapi dengan letusan merapi hingga gempa dan tsunami di Jepang yang tak slalu terduga, ini belum masalah-masalah lain yang tak terindra oleh media. acehii.jpg
korban tsunami di Aceh



Mentawai yang menelan banyak korban hingga kurang lebih 500 jiwa, mereka terenggut oleh Qadha Allah. Sungguh peristiwa ini diluar sepengetahuan kita.
Mentawai yang masih sulit dalam menyalurkan dana bantuan baik logistik dan bantuan lainnya menjadi hal yang terkendala untuk korban yang selamat disana,,,,,,,ahh susah kita bisa membayangkan, apa jadinya jika keadaan itu yang terposisikan adalah diri kita sendiri. Keadaan si korban yang selamat merasakan lapar dengan Perut yang benar-benar kosong namun mulut tak mau memaksa makan, makan serasa tak makan, karena apa? karena keadaan tak enak untuk dirasakan.

Wasior,,,bumi Allah Papua dialiri banjir,,bagaimana keadaannya saat ini? Bisa kah itu juga terbayang jika sang korban yang selamat terposisi kembali oleh diri kita. apakah cukup dengan melamun dan merenungi nasib. mencoba pasrahkah?

belum lama merapi meletus kembali, kawasan Jogja terselimuti Abu vulkanis, pagi hari sabtu 30 Oktober tepatnya Jogja bak kota putih semacam kota tua baru yang Allah ciptakan dengan cepat, kota tua baru yang terdesign akibat imbas hujan Abu ledakan merapi pada Sabtu, pukul 00.40 wib. Dan bulan ini  Negara yang punya teknologi tiggi, mutakhir, serta Negara yang mampu menciptakan penemuan-penemuan yang handal, kini  Jepang sedang sangat berduka. Gempa dan tsunami itu telah sangat memorakporandakannya. Teknologi serta penemuan-penemuannya hancur di bawa tsunami. dan dampak dari meledaknya reaktor nuklir yang berdampak meningkatnya radiasi nuklir di sebagian wilayah jepang.

Tsunami menerjang Jepang - Jum'at,  11 Maret 2011


Adakan kita tuk mencoba membayangkan posisi warga yang selamat dari maut akibat tsunami itu pada diri kita, bayangkan,,mereka lari pontang-panting, memikirkan keluarganya ntah keberadaan familynya kemana karena terpisah yang terpisah, anaknya, ayahnya, ibunya, neneknya, atau kakeknya. Luar biasa…mereka trauma dengan kegonjangan ini.

Belum masalah-masalah negeri Indonesia  yang tidak terindra oleh ranah Media dan pengindraan kita, berjuta-juta deretan masalah antri melanda Indonesia . Negeri yang kiranya mansyur akan Sumber daya Alam dan Sumber Daya Manusianya.


Inilah diri kita..bencana yang kita lihat di TV atau media cetak lainnya mungkin sebagian besar dapat kita ambil hikmahnya. Mencoba merenungi,,"Apa jadinya kalau kitalah yang terposisikan menjadi korban atas bencana itu".
Tau kah bahwa Hidup ini adalah Emergency? Emergency dalam segala hal. YA!! Hidup kita saat ini Emergency…
Emergency yang kita tak tau kapan itu datangnya….karena "HIDUP adalah EMERGENCY"

Pejamkan mata dan coba tuk sadarkan diri kita, sudahkah kita mencintai Allah dengan sepenuh hati. Allah yang menciptakan kehidupan, manusia dan alam semesta semua ini, Allah yang menghendaki segala bencana yang silih berganti melanda negeri ini..sudah kah ?

,,,mari kita wujudkan konsekwensi kita sebagai Hamba Allah. Hamba yang diciptakan didunia ini hanya dalam rangka beribadah kepada Allah. "dan Allah tidak akan menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-KU" (QS. Adz DZariyat:56)

Sudah saatnya Umat sadar dan segera tuk kembali ke JalanNya,,,kembali kepada system hukum yang dibuat oleh Sang Pencipta kita bukan sistem hukum yang dibuat oleh kemauan nafsu manusia seperti saat ini.
Kembalilah kepada Syariah, Syariah tidak akan sempurna tanpa adanya suatu negara yang bisa menjaga terselenggaranya pelaksanaan syariah itu terterapkan secara sempurna. Maka dari itu harus ada institusi penegak serta penjaga syariah itu, negara itu tak lain dan tak bukan adalah negaranya kaum muslim yang saat ini sengaja dikubur dalam-dalam oleh para pro Kapitalisme yaitu negera Khilafah Rasyidah yang menjadi bisyarah Rasulullah dan Janji ALLAh.

Anda muslim?
Saat ini negara kaum muslim banyak, tapi tidak ada kekuatannya bak ombak buih dalam lautan.
Untuk mengumpulkan kembali kekuatan itu maka tugas kita sebagai kaum muslim saat ini adalah mengupayakan dan mengadakan kembali negara yang benar-benar bisa menjaga kita untuk bisa menerapkan syariah Islam secara sempurna. Sahabat,,inilah kewajiban kita, kewajiban kita sebagai hamba Allah. "YA"..tugas kita adalah memperjuangakan kembali tegaknya negara islam yang dengannya negeri ini akan Barokah. Yang dengannya Kemuliaan Islam akan kembali kepangkuan kaum Muslim. Allahuakbar!!!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiI458cvILb2NvIDVLQIzTeqsBlQrLNULGqD5xkQPggGC9qarHVJag4goElyuIcqqIIPnMFF85nqO3P-t9sB3WhF5fxNRTvHeDMdKtKUePwtPwQQrKZrnhZmrGVtiZP6DvsXX7hl1LGFc/s1600/khilafah-tegak.jpg


Ingat!!
“Hidup adalah Emergency”

we do it

rose red glitter flowers pictures, backgrounds and images
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satu harus mengalah.

sakura in love

sakura in love

Book

Al Qur'an Online