Siapa yang tidak kenal dengan sesosok presiden di sebuah Negara adi kuasa ini, ya benar sekali siapa lagi kalau bukan Barack Obama, Presiden ke-44 Amerika Serikat. Sebelum kita mengagumi serta menjadikan Barack Obama sebagai idolanya, mari kita liat kelakuan presiden di Negara adi kuasa ini.
Amerika Serikat secara terbuka dan terbukti telah melakukan pembantaian terhadap umat Islam di berbagai kawasan seperti Irak, Afghanistan, dan Yaman. Jutaan umat Islam menjadi korban perang barbar Amerika Serikat ini. Ditambah lagi bocornya 400 ribu dokumen rahasia yang dipublish Wikilea semakin menunjukkan bagaimana barbarnya negara yang mengklaim dirinya sebagai negara beradab ini. Bocoran dokumen itu mengungkapkan rincian terjadinya perkosaan, penyiksaan, pembunuhan warga sipil yang dilakukan dari helikopter tempur dan insiden lainnya oleh pasukan koalisi dan pasukan Irak, yang bahkan dilakukan di bawah kontrol Obama pada tahun 2009. Dokumen itu juga mengungkapkan bagaimana tentara koalisi menutup mata atas laporan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan secara ekstrajudisial oleh pemerintah boneka Irak (www.voa-islam.com)
Sudah jelas sekali bahwa mereka memerangi umat Islam dan menjajah serta merampas negeri-negeri muslim maka sikap yang dituntut dari umat Islam adalah menjadikan mereka sebagai musuh. Tidak boleh berkawan karib dengan mereka, apalagi menghormat dan mengagungkannya.
إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Mumtahanah: 9)
Jika orang kafir tersebut memerangi umat Islam dan menjajah serta merampas negeri-negeri muslim maka sikap yang dituntut dari umat Islam adalah menjadikan mereka sebagai musuh.
Tidak boleh berkawan karib dengan mereka, apalagi menghormat dan mengagungkannya.
“Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim, dia menjadi musyrik seperti mereka karena orang yang ridla dengan kesyirikan maka dia musyrik.” (Ahkam al-Qur’an, Imam al-Qurthubi: 8/94)
Allah telah melarang kaum muslim untuk mencintai oang kafir , munafik dan fasik yang terang terangan melakukan perbuatan maksiat, hal ini berdasarkan firman allah dalam quran surat Mumtahanah (60):1
.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Dan juga dari Quran surat Ali Imron (3) 118-119

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
Diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin, Abdullah bin ‘Utbah pernah berkata, “Hendaknya salah seorang kalian takut menjadi Yahudi atau Nashrani sementara dia tidak menyadarinya.” Ini diucapkan Abdullah bin ‘Utbah untuk menjelaskan makna ayat, “Barang siapa di antara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nashrani) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al-Maidah: 51)
Bukti nyata keterlibatan Obama dalam perang terhadap kaum muslimin di Afghanistan, dia menyetujui pengiriman 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam termasuk anak-anak dan ibu-ibu. Sementara di Irak, Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam. Sampai saat ini, Obama belum juga menutup penjara Guantanamo sesuai dengan janjinya yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan Al Qur’an. Sedangkan dalam konflik di tanah Palestina, Obama dengan setia menjadi pendukung setia Zionis Israel yang hingga saat ini terus membantai umat Islam di sana.
Negara itu sampai sekarang masih melakukan pembunuhan terhadap umat Islam di Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Amerika merampok kekayaan alam dunia ketiga yang kaya termasuk Indonesia, sementara rakyat yang dirampok hidup dalam kemiskinan. Seperti apa yang AS lakukan di Papua, Aceh, Riau, Blok Cepu, atau Natuna.
Allah SWT berfirman;
"Artinya : Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (TQS ; Al-Ahzab; 36)
Sebagai seorang muslim, kita tentunya tahu bagaimana sikap dan pemikiran kita untuk mencintai dan membenci karena Allah,,bagaimana cara kita untuk mendapat pahala di setiap kelakuan kita didunia ini sebagai bekal kita di akhirat nantinya, karena hidup di dunia ini hanya sementara, marilah kita sebagai umat muslim berlomba lomba memperbanyak ladang pahala salah satu cara yaitu mencintai dan membenci
by, ayah & bunda