Jumat, 14 Oktober 2011
0
Bismillahirrahmaanirrahiim…semoga bermanfaat
DAFTAR BEBERAPA MAKANAN/MINUMAN HARAM &
‘YANG DICURIGAI’ HARAM DI JEPANG
-pendek kata – “Berhati-hatilah” dengan melihat bahan/komposisi makanan tersebut
Diringkas dari artikel di website http://www.pmij.us/halal-haram.html
Sumber dari artikel tersebut : Islamic Association of Nagoya, Japan [Jazakillah khair atas kesungguhannya membuat info halal/haram ini]
“ Dibawah ini merupakan daftar makanan/minuman yang kami buat berdasarkan hasil ‘penyelidikan’ di beberapa perusahaan demi menghindari konsumsi daging dan alkohol yang ada didalam makanan. Untuk makanan cepat saji, kami mengkonfirmasi apakah produk tersebut terkontaminasi dengan lard * atau minyak hewani lainnya pada saat dimasak. Untuk snack seperti biskuit, kue kering, keripik dan roti, kami melakukan check terhadap bahan baku nya seperti shortening, margarin dan minyak goreng – yang cukup sulit untuk dibedakan mana yang halal dan haram diantara sekian banyak jenis, namun di sini kami mencantumkan beberapa contoh nama (merek) dagang yang aman untuk dikonsumsi oleh muslim. Kami juga mencantumkan nama dagang mie instan, saus kedelai, miso dan cuka (vinegar) yang tidak memakai ektrak hewani atau alkohol didalam pembuatannya [didalam artikel ini, saya memisahkan daftar haram dari daftar halal]. Informasi ini berdasarkan kontak via telepon antara Islamic Association of Nagoya dan Kantor Pusat masing-masing perusahaan dan pabrik”.
* catatan terjemahan :
Lard = lemak semi padat bertekstur lembut berwarna putih, berasal dari jaringan lemak babi. (Sage thesaurus dictionary)
DAFTAR HARAM
FAST FOOD
McDonald. Bahan lard digunakan didalam memasak burger ikan dan kentang. (HARAM)
Mos Burger. Meskipun menggunakan minyak sayur untuk memasak, namun ikan dan kentang digoreng bersama daging babi dan lainnya. (HARAM)
BISKUIT DAN KUE KERING
“ Melihat kepada definisi bahan mentah seperti shortening dan margarin, dimana setiap perusahaan bisa saja menggunakan bahan yang berbeda. Beberapa zat perasa (flavor) mengandung sejumlah kecil alkohol, namun tidak masalah jika zat ini menguap selama proses pembuatan. Kita perlu berhati-hati terhadap sebagian kue kering yang menggunakan alkohol untuk pengawet (agar tidak berjamur/busuk)” (Islamic Association of Nagoya)
Morinaga (森永/もりなが). Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
Glico (グリコ) . Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
Wakodo (Biskuit Bayi). Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
BAHAN LAINNYA yang perlu diperhatikan :
Mirin (みりん) ( mengandung alkohol kurang dari 1% ~ 13%)
Gelatin (ジェラティン) (berasal dari tulang hewan)
Piasma (berasal dari serum babi)
JENIS MINUMAN BERALKOHOL
Sumber : http://junjungbuih.multiply.com/journal/
アルコール飲料:alkohol inryou (Minuman beralkohol)
- Anggur/Wine (ワイン ) – Bir (ビール)
- Bourbon – Brendi (ブランデー)
- Brugal – Caipirinha
- Chianti – Jägermeister
- Mirin (みりん) – Prosecco
- Rum (ラム) – Sake
- Sampanye – Shōchū (焼酎)
- Tuak – Vodka
- Wiski (ウイスキー )
RINGKASAN DAFTAR MAKANAN HARAM (*catatan: selain babi, dsb yg sudah jelas haram, bahan lain mungkin saja tidak termasuk kategori haram, melihat proses masing-masing perusahaan yang berbeda). Sumber : e-book Buku Panduan Hidup Islami Di Jepang (www.kammi.org)
Komposisi
Huruf Jepang
Alkohol
アルコール
Babi
豚(buta) / ゙ポーク
Brendi
ブランデー(ブランディ)
Ekstrak Ayam
鶏肉エキス
Ekstrak Beef
牛肉(ビーフ)エキス
Ekstrak Daging
肉エキス
Emulisifier
乳化剤
Gelatin
ゼラチン(ゼリー)
Kaldu
コンソメ
Lemak (hewan)
動物油脂
Rum
ラム
Sake
酒
Shortening
ショートニング
Sake merah
みりん
Margarin
マーガリン
Wine
ワイン
Wine
洋酒
Makanan
Bismillahirrahmaanirrahiim…semoga bermanfaat
DAFTAR BEBERAPA MAKANAN/MINUMAN HARAM &
‘YANG DICURIGAI’ HARAM DI JEPANG
-pendek kata – “Berhati-hatilah” dengan melihat bahan/komposisi makanan tersebut
Diringkas dari artikel di website http://www.pmij.us/halal-haram.html
Sumber dari artikel tersebut : Islamic Association of Nagoya, Japan [Jazakillah khair atas kesungguhannya membuat info halal/haram ini]
“ Dibawah ini merupakan daftar makanan/minuman yang kami buat berdasarkan hasil ‘penyelidikan’ di beberapa perusahaan demi menghindari konsumsi daging dan alkohol yang ada didalam makanan. Untuk makanan cepat saji, kami mengkonfirmasi apakah produk tersebut terkontaminasi dengan lard * atau minyak hewani lainnya pada saat dimasak. Untuk snack seperti biskuit, kue kering, keripik dan roti, kami melakukan check terhadap bahan baku nya seperti shortening, margarin dan minyak goreng – yang cukup sulit untuk dibedakan mana yang halal dan haram diantara sekian banyak jenis, namun di sini kami mencantumkan beberapa contoh nama (merek) dagang yang aman untuk dikonsumsi oleh muslim. Kami juga mencantumkan nama dagang mie instan, saus kedelai, miso dan cuka (vinegar) yang tidak memakai ektrak hewani atau alkohol didalam pembuatannya [didalam artikel ini, saya memisahkan daftar haram dari daftar halal]. Informasi ini berdasarkan kontak via telepon antara Islamic Association of Nagoya dan Kantor Pusat masing-masing perusahaan dan pabrik”.
* catatan terjemahan :
Lard = lemak semi padat bertekstur lembut berwarna putih, berasal dari jaringan lemak babi. (Sage thesaurus dictionary)
DAFTAR HARAM
FAST FOOD
McDonald. Bahan lard digunakan didalam memasak burger ikan dan kentang. (HARAM)
Mos Burger. Meskipun menggunakan minyak sayur untuk memasak, namun ikan dan kentang digoreng bersama daging babi dan lainnya. (HARAM)
BISKUIT DAN KUE KERING
“ Melihat kepada definisi bahan mentah seperti shortening dan margarin, dimana setiap perusahaan bisa saja menggunakan bahan yang berbeda. Beberapa zat perasa (flavor) mengandung sejumlah kecil alkohol, namun tidak masalah jika zat ini menguap selama proses pembuatan. Kita perlu berhati-hati terhadap sebagian kue kering yang menggunakan alkohol untuk pengawet (agar tidak berjamur/busuk)” (Islamic Association of Nagoya)
Morinaga (森永/もりなが). Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
Glico (グリコ) . Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
Wakodo (Biskuit Bayi). Shortening hewani (lard, dsb) terdapat di semua biskuit dan kue kering (cookies) keluaran produsen ini. (HARAM)
BAHAN LAINNYA yang perlu diperhatikan :
Mirin (みりん) ( mengandung alkohol kurang dari 1% ~ 13%)
Gelatin (ジェラティン) (berasal dari tulang hewan)
Piasma (berasal dari serum babi)
JENIS MINUMAN BERALKOHOL
Sumber : http://junjungbuih.multiply.com/journal/
アルコール飲料:alkohol inryou (Minuman beralkohol)
- Anggur/Wine (ワイン ) – Bir (ビール)
- Bourbon – Brendi (ブランデー)
- Brugal – Caipirinha
- Chianti – Jägermeister
- Mirin (みりん) – Prosecco
- Rum (ラム) – Sake
- Sampanye – Shōchū (焼酎)
- Tuak – Vodka
- Wiski (ウイスキー )
RINGKASAN DAFTAR MAKANAN HARAM (*catatan: selain babi, dsb yg sudah jelas haram, bahan lain mungkin saja tidak termasuk kategori haram, melihat proses masing-masing perusahaan yang berbeda). Sumber : e-book Buku Panduan Hidup Islami Di Jepang (www.kammi.org)
Komposisi
Huruf Jepang
Alkohol
アルコール
Babi
豚(buta) / ゙ポーク
Brendi
ブランデー(ブランディ)
Ekstrak Ayam
鶏肉エキス
Ekstrak Beef
牛肉(ビーフ)エキス
Ekstrak Daging
肉エキス
Emulisifier
乳化剤
Gelatin
ゼラチン(ゼリー)
Kaldu
コンソメ
Lemak (hewan)
動物油脂
Rum
ラム
Sake
酒
Shortening
ショートニング
Sake merah
みりん
Margarin
マーガリン
Wine
ワイン
Wine
洋酒
Sabtu, 08 Oktober 2011
0
Dariku Untukmu Ukhti Mukminah : Nasehat Ummu Muhammad, Istri As Syahid (Insya Allah) DR. Abdullah Azzam Buat Muslimah Mujahidah
Hadiah dari Isteri Seorang Mujahid, Nasehat Ummu Muhammad, (Samirah Awatiilah) Istri As Syahid (Insya Alloh) DR. Abdullah Azzam buat kaum Muslimah Mujahidiah di seluruh dunia. Semoga bermanfaat dan memacu semangat kaum Muslimah Mujahidah untuk berjuang dengan lebih Istiqomah dan sabar, semoga bermanfaat..
Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.
Saudari-saudariku tercinta,
Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?
Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Alloh dengan qalbun salim (hati yang sehat).
Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rosulullah pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:
“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.” (Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)
Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rosulullah :
“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Shahih Muslim, hadist no. 1469)
Wahai ukhti mukminah, keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.
Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khonsa’,
Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.
Wahai kaum muslimah yang ridho kepada Alloh sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,
Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman,
Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.
Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi Islam.
Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.
Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.
Para wanita yang berperan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.
Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Alloh yang dimudahkan untuknya.
Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.
Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Alloh.
Alloh berfirman: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)
Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?
Apabila Alloh menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Alloh menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.
Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Alloh, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.
Wahai ukhti fillah, demi Alloh akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Alloh. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Alloh. Demi Alloh yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.
Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Alloh dan takdir-Nya semata.
Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Alloh karuniakan ke dalam diri saya.
Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Alloh itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?
Maka dari itu Ya Alloh, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.
Saya pun memperhatikan dan Alloh juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Alloh menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Alloh, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.
Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.
Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khonsa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Alloh memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.
Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Alloh untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.
Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.
Dikutip dari: Al-Ekhlaas Islamic Page
Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdulloh Azzam,
Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan selalu kepada Rasul yang mulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.
Saudari-saudariku tercinta,
Sesungguhnya, umur itu sangatlah pendek dan kehidupan ini hanyalah hembusan-hembusan nafas yang akan dihitung dan dihisab. Maka, apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi hari berpisahnya orang-orang yang saling berkasih sayang dan saling bersahabat?
Hari berpisahnya kita dari dunia yang fana ini, menuju yaumil hisab –hari perhitungan- dan alam kekal. Hari yang menjadikan harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali bagi mereka yang menghadap Alloh dengan qalbun salim (hati yang sehat).
Apakah tiap dari kita sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke liang lahat, yang pernah disabdakan Rosulullah pada hari kebumikannya sahabat mulia yang bernama Sa’ad bin Mu’adz Ra:
“Seandainya ada orang yang selamat dari himpitan kubur, tentulah Sa’ad bin Mu’adz orangnya.” (Shahih Al-Jam’iush-Shagir, hadist no. 5306)
Saya berharap kepada Allah Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang dibenarkan dalam sabda Rosulullah :
“Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Shahih Muslim, hadist no. 1469)
Wahai ukhti mukminah, keshalihanmu terletak pada kebaikan dienmu, benarnya aqidahmu dan baiknya tarbiyah yang engkau berikan kepada anak-anakmu. Mereka adalah amanat di lehermu dan calon pemuda di masa depan, pembela dienul Islam dan sebagai kayu bakar yang akan terus menyala, menjadi api penerang bagi keabadian dakwah ini di masa mendatang.
Wahai saudari-saudari tercinta, wahai cucu-cucu Khonsa’,
Wahai saudari-saudari Sumayyah dan Khaulah binti Al-Azur.
Wahai kaum muslimah yang ridho kepada Alloh sebagai Rabbnya, Islam sebagai diennya, Muhammad sebagai rasulnya serta Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,
Wahai kaum muslimah yang menginginkan bendera “Laa Ilaaha Illallaah” berkibar setinggi-tingginya, dan menginginkan hidup diatas bumi yang penuh keadilan dan ketentraman,
Wahai kaum muslimah yang ingin hidup bahagia lagi mulia dengan meniti jejak Rasul dan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam hidupnya.
Wahai isteri-isteri kaum muslimin di penjuru bumi Timur dan Barat, doronglah suami-suami kalian untuk berjihad fi sabilillaah. Karena sesungguhnya, suami kalian tidak akan menjadi suami yang kalian idam-idamkan, kecuali ketika ia menjadi laki-laki kuat yang memanggul senjata dan membela dien, aqidah, tanah air dan harga diri mereka, serta mampu meneror musuh-musuh mereka dengan mempersembahkan syahid demi Islam.
Kemuliaan, ketinggian dan keluhuran hanya bisa diperoleh dalam naungan pedang di tangan manusia-manusia kuat yang mampu menggentarkan musuh-musuh mereka. Namun, itu semua tidak akan terwujud kecuali jika tiap orang dari kita mau mendorong suami, anak, saudara dan bapaknya ke medan perang, pertempuran dan kancah kemuliaan.
Itu semua juga tidak akan terwujud kecuali dengan kesabaran wanita atas kepergian suaminya, saudara dan bapaknya, serta dengan mengganti peran mereka dalam mengurus diri sendiri, anak-anak dan rumah tangganya untuk menjadi baik.
Para wanita yang berperan di belakang mereka bak batu karang nan kokoh yang menopang dan menjadi tempat mereka bersandar. Menjadi penolong mereka dengan kesabaran dan pengorbanan, di samping menyiapkan segala perlengkapan yang pantas untuk diberikan bagi kaum laki-laki demi terwujudnya cita-cita ini.
Kemudian, jauhilah dunia dan pandanglah ia dengan penuh hina. Jangan pula kalian membebani suami dengan hal-hal yang ia tidak sanggup menghadirkannya. Jadikan dirimu rela dengan yang sedikit dari pemberian Alloh yang dimudahkan untuknya.
Janganlah menyibukkan suami dengan tuntutan duniawi untuk kepentingan dirinya, yang seandainya diikuti dan menuruti syahwatnya, niscaya hanya akan membawa dirinya kepada kehancuran. Dia pun akan terus berupaya dan bersungguh-sungguh menghabiskan waktunya, untuk meraup dunia yang tidak akan habis-habisnya, sampai dunia itu melumat habis dirinya.
Wahai kalian ukhti muslimah, kalian wajib senantiasa mendorong suami pergi berjihad dengan segenap kemampuan yang kalian miliki. Janganlah bimbang dengan jalan jihad hanya karena hambatan-hambatan yang ada, sebab umur itu ada di tangan Allah dan sesungguhnya jihad itu tidak akan mengurangi umur dan rezeki mereka sedikitpun. Sebaliknya jika meninggalkan jihad, itu bukan menjadi sebab panjangnya umur dan bertambahnya rezki, itu semua sudah menjadi takdir Alloh.
Alloh berfirman: “Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (Yunus:49)
Wahai ukhti muslimah, bukankah kalian senang jika menjadi mujahidah fie sabilillah? Tentu kalian menjawab “Iya”. Tapi bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud, sedang kalian sendiri tidak mendorong suami untuk berjihad serta tidak ikut menangani tugas-tugasnya dengan kesabaran atas kepergian suami, tidak juga menggantikan peran suami kalian di dalam rumah..?
Apabila Alloh menakdirkan suami kalian hidup di bawah naungan jihad, maka kalian akan senantiasa hidup bahagia bersamanya. Apabila Alloh menakdirkan mati syahid untuknya, kelak kalian pun akan dikumpulkan bersamanya sebagai seorang syahidah –InsyaAllah- karena orang yang mati syahid itu bisa memberi syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya.
Saudari muslimah, apakah ada martabat lain yang lebih besar daripada ini? Keistimewaan apa lagi yang diinginkan setelah diberikan kepadanya kebahagiaan mendampingi orang yang mati syahid lagi saleh di dalam syurga? Kita memohon kepada Alloh, agar Dia mengumpulkan kita semua hidup bersama mereka di tempat yang penuh kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa.
Wahai ukhti fillah, demi Alloh akan saya terangkan kepada kalian sebuah hikmah dari pengalaman hidup saya. Yakni, jika kalian bertawakal kepada Allah dalam hidup, niscaya tidak akan ada satu perkara pun yang dapat membahayakan kalian dengan izin Alloh. Walau sebesar apapun musibah itu, tentu akan terasa kecil selama itu di jalan Alloh. Demi Alloh yang tidak ada Ilah kecuali Dia, sesungguhnya kabar syahid suami dan anak saya, saya hadapi dengan penuh kerelaan di atas qadha’ dan qadar-Nya.
Saya juga merasakan bahwa kebahagiaan telah menyelimuti diri saya, bahkan menenggelamkan saya ke dalamnya. Padahal peristiwa syahidnya mereka telah lama berlalu, tapi saya tetap merasa teguh, ridha dan tenang, itu semua murni pemberian Alloh dan takdir-Nya semata.
Perasaan yang muncul ini bukanlah atas kehendak saya tapi itu berupa keteguhan yang semata Alloh karuniakan ke dalam diri saya.
Saya yakin betul kalau itulah batas usia mereka dan itulah akhir ajal mereka. Lalu apa gunanya putus asa dan kesedihan? Bukankah rela terhadap qadha’ Alloh itu lebih baik dibanding harus berputus asa? Bukankah balasan dari sebuah kesabaran adalah surga yang menanti?
Maka dari itu Ya Alloh, janganlah Engkau haramkan atas kami pahala-pahala mereka dan jangan pula Engkau jadikan kami sesat sesudah mereka tiada. Sesungguhnya saya betul-betul bahagia dengan syahidnya mereka, dan rasa bahagia ini lebih besar daripada yang saya rasakan ketika mereka masih hidup bersama kami.
Saya pun memperhatikan dan Alloh juga yang lebih mengetahui, sesungguhnya mereka yang sudah syahid meninggalkan kami itu telah mendapatkan keberuntungan dan saya pun demikian ikut mendapatkannya dikarenakan setia bersama mereka. Semoga Alloh menjadikan mereka penghuni syurga-Nya yang demikian luas, serta mempertemukan kita dengan mereka kelak di tempat yang sarat kebahagiaan di sisi Rabb Yang Maha Kuasa, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
Wahai ukhti muslimah, terakhir saya wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertaqwa kepada Alloh, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhi orang yang buruk perangainya.
Janganlah hidup bermewah-mewahan karena itu akan mematikan hati kalian, dan hati yang sudah mati tidak akan mampu mendidik dan mengarahkan orang yang hidup.
Wahai ukhti muslimah, sesungguhnya kita ini membutuhkan suri tauladan dari para sahabat Nabi yang perempuan –ridhwaanullaahu ‘alaihinna. Oleh karena itu perhatikanlah sosok Ummu Salamah, Khonsa’, Sumayyah dan Khaulah untuk menjadi tauladan bagi kalian. Kemudian amalkanlah agar kalian naik ke jenjang yang tinggi, yang telah didaki oleh saudari-saudari kalian sebelumnya semisal para sahabat Nabi. Semoga Alloh memberikan taufik kepada kalian atas amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.
Inilah yang dapat saya tuliskan, dan saya memohon ampunan kepada Alloh untuk pribadi saya dan akhwat-akhwat sekalian.
Saudarimu seakidah,
Ummu Muhammad ‘Azzam.
Dikutip dari: Al-Ekhlaas Islamic Page
Sumber : Washiyyatus Syaikh Abdulloh Azzam,
Langganan:
Postingan (Atom)
we do it

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satu harus mengalah.
sakura in love






